Membawa misi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat fashion sesuai program pemerintah yang menargetkan pada tahun 2025, Indonesian Fashion Chamber (IFC) bergerilya mempersiapkan diri. Dengan menggelar fashion presentation dalam tajuk “Media Viewing Trend” yang meramal tren busana di setiap kategorinya. Selama dua hari tanggal 26-27 Maret 2018 di Ice Palace - Lotte Avenue, Kuningan, Jakarta yang hanya diperuntukkan bagi para buyer, media dan stakeholder usai disaksikan berbagai parade busana avant garde, urban, muslim dan evening wear yang dilansir para desainer IFC dari berbagai kota.
Meskipun jarang atau bahkan belum pernah ada yang mengangkat konsep baru berupa fashion presentation, namun IFC berani untuk membawakan koleksi busana dengan cara yang menyegarkan dan menyenangkan. Dalam melansir koleksinya pun para desainer mengemasnya bak sebuah pertunjukan. Memiliki alur cerita, dekorasi panggung pun disesuaikan berikut tata cahayanya. Kemudian model pun dituntut untuk dapat berimprovisasi sedikit untuk menyampaikan tema busana atau cerita yang terbungkus dalam koleksi busana. Usai fashion presentation, sang desainer pun muncul untuk menceritakan berbagai hal tentang pribadinya sebagai desainer hingga sumber inspirasi koleksinya.

Selama dua hari terdapat dua kategori yang disajikan dengan tema yang berbeda. Di hari pertama kategori avant garde dan urban disajikan oleh 7 desainer dan label busana yakni RAEGITAZORO, JUMPANONA by Rilya Krisnawati, MALEA by Mega MA, NY by Novita Yunus, Dina Midiani kolaborasi dengan Threadapeutic dan styling oleh Ali Charisma, Aldrè, Yunita Kosasih, dan The Future yang terdiri dari desainer muda yang baru lulus sekolah mode: Inas Nabilla, Lania Rakhma, KHARA by Gabriella Manurung, Aji Suropati, Ray Alan, dan Sasig.
Busana avant garde dan urban dirancang sesuai perspektif masing-masing desainer. Begitu pula dengan dua kategori selanjutnya pada hari kedua, muslim dan evening dress oleh 8 desainer dan label busana. Irna La Perle by Irna Mutiara, Sad Indah, Christine Wibowo, DVK by Defika Hanum, Bramanta Wijaya, Dani Paraswati, Fomalhaut Zamel, Saffana, dan Devy Ros.

Irna La Perle by Irna Mutiara mengawali fashion presentation yang melayangkan koleksi busananya berjudul “Orgues”. Desainer lain yang turut melansir busana muslim Saffana dengan judul koleksinya “Electric Romance”, Dani Paraswati “ Bohemian”, DVK by Defika Hanum “Capitalism”, Sad Indah “Bee Excelency” dan Fomalhaut Zamel “Rebellion”. Sementara dari kategori evening dress hadir melalui rancangan Bramanta Wijaya dengan tema koleksi “Etoile”, Christine Wibowo berjudul “Meduses”.
Foto: Ade Oyot