"Kebayaku" - Riwayat Kebaya oleh Mien R. Uno

Kebaya dan wanita Indonesia merupakan dua unsur yang menyatu dan tak terpisahkan, bersinergi dan melekat. Ia sudah lama menjadi kawan yang melengkapi penampilan setiap wanita. Bahkan pada masa lalu, kebaya menjadi pakaian sehari-hari yang menemani wanita dari usia belia hingga dewasa. Dan kini di tengah derasnya perkembangan mode, kebaya pun ikut terpengaruh. Tak menampik, budaya barat menjadi salah satu pengaruh terbesar yang mengubah look kebaya menjadi lebih modern dan dinamis. Namun di sisi lain, pengaruh barat pun menjadi mata pisau yang merobek pakem sejati kebaya. Atas alasan itulah, hadir sosok Mien R. Uno seorang wanita yang peduli dan ingin mengembalikan kebaya pada pakemnya.

Tepat pada tanggal 19 November 2014, di The Dharmawangsa, Jakarta, digelar sebuah acara launching buku yang terinspirasi oleh sosok Mien R. Uno. Diberi judul “kebayaku”, buku ini banyak memberi inspirasi serta referensi padu padan kebaya yang cantik tanpa meninggalkan pakem. Riwayat kebaya sejak masa lalu hingga kini pun tertulis dalam buku tersebut. Buku "Kebayaku" yang ditulis oleh Debbie S. Suryawan tersebut, ternyata bukanlah buku pertama Ibu Mien. sebelum ini sudah ada beberapa buku yang dilansir oleh Mien R. Uno, dan sejak tahun 2005, sambutan dari Ibu Ani Bambang Yudhoyono, wanita yang mengilhaminya, selalu terselip di setiap bukunya.

Kecintaan Ibu Mien akan kebaya membuat beliau gemar mengoleksi kebaya rancangan beberapa desainer Tanah Air seperti Alm. Ramli, Marga Alam, Edward Hutabarat, Didiet Maulana, Chossy Latu dan banyak lagi. Satu hal yang menarik, dalam peluncuran buku "Kebayaku", Ibu Mien pun menampilkan koleksi kebaya miliknya disaksikan langsung oleh beberapa desainer yang merancangnya. Di antaranya tampak kehadiran Didiet Maulana, Chossy Latu dan Edward Hutabarat yang juga ikut berbicang menuturkan betapa tingginya apresiasi Ibu Mien pada kebaya.

Foto: Mery

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP