Manfaat Dipingit Sebelum Menikah

 

Foto: Freepik


Beberapa suku di Indonesia memiliki tradisi pingitan yang harus dilakukan sebelum hari pernikahan. Pingitan sendiri adalah ketika calon pengantin wanita tidak diperbolehkan untuk keluar rumah dan bertemu calon pengantin pria.


Beberapa suku memiliki istilah berbeda-beda mengenai pingitan ini, seperti suku Jawa Solo dan Yogyakarta mengistilahkan pingit sebagai sangkeran sedangkan Minahasa dikenal dengan istilah pongasan. Pingitan ini diawali dengan beberapa ritual. Misalnya pada sangkeran akan diawali dengan dibalub-balubi atau diberi riasan paes sebelum dipingit.


Ada lagi, suku Betawi menamai tradisi pingitan dengan istilah dipiare. Sedangkan suku Muna memiliki istilah karia yang bertujuan untuk mendidik anak perempuan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.


Di Buton, Sulawesi Tenggara, pingitan memiliki istilah yang dinamakan pasuo atau bakurung. Prosesi ini dilakukan di tempat yang bernama suo. Kemudian masyarakat Sumbawa percaya bahwa wanita yang ingin menikah bukan hanya dipingit, tapi juga harus berpuasa.


Walaupun di beberapa suku di Indonesia pingitan dilakukan sebelum hari pernikahan, berbeda dengan suku Banjar yang melaksanakan pingitan (bapingit) setelah akad nikah. Mempelai wanita akan melakukan beberapa perawatan seperti mandi uap dan mendapatkan wejangan mengenai pernikahan selama masa pingitan.


Masa pingitan biasanya berlangsung satu hingga dua bulan jelang pernikahan. Namun saat ini, sudah banyak yang menyesuaikan waktu pingitan sesuai dengan pengantinnya. Hal ini dikarenakan berbagai faktor, salah satunya adalah kewajiban untuk bekerja yang tidak bisa ditinggalkan dan akhirnya hanya dilakukan minimal sehari sebelum hari H.


Walaupun beberapa pasangan masa kini menganggap tradisi ini kuno, tapi sebenarnya ada maksud dan tujuan tertentu. Simak penjelasan berikut.


Membangun Rasa Rindu
Siapa yang tidak rindu bila tak bertemu orang tersayang selama beberapa saat. Apalagi sebelumnya terbiasa untuk saling bertemu. Saat bertemu nanti, akan ada rasa deg-degan diantara kedua calon mempelai.


Adanya Rasa Percaya
Saat dipingit, Anda dilatih untuk saling percaya karena tidak bertemu satu sama lain akan menimbulkan rasa cemas dan khawatir.


Melatih Kesabaran
Masa pingitan yang lama bukan hanya akan membuat kedua mempelai bisa melimpahkan kerinduan saat di pelaminan nanti, tapi juga bisa melatih kesabaran ingin bertemu orang terkasih.


Merawat Diri
Mengurus pernikahan akan menguras tenaga dan pikiran kedua calon mempelai, apalagi pernikahannya adalah pernikahan adat yang memiliki banyak prosesi. Tentunya akan membuat kedua mempelai capek dan lelah. Dengan dipingit, mempelai bisa sedikit beristirahat agar di hari pernikahan bisa tampil segar.


Terhindar dari Bahaya
Bukan hanya sekadar mempercayai mitos, namun hal ini memang bisa membuat Anda setidaknya menjaga diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan beberapa saat sebelum pernikahan.


Simulasi Berumah Tangga
Masa pingitan bukan hanya diisi dengan merawat diri saja, tapi bisa juga diisi dengan berlatih pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Tujuan utamanya adalah agar mempelai bisa pandai mengurus rumah tangga nantinya dan juga bisa menghilangkan kebosanan saat dipingit.

Tradisional, Serba-serbi Pernikahan

LEAVE A COMMENT


BACK
TO TOP