Foto Khrisna – Mottomo Photography Tata rias wajah & rambut Sofie – Roemah Manten Boenda
Marga Alam tentu bukan sebuah nama yang asing di jagat mode tanah air. Namanya merupakan jaminan akan keelokan seni rancang busana. Terlebih kebaya. Debutnya dalam hal merancang busana nasional mulai meroket pada tahun 1995. Ketika itu, ia menampilkan sesuatu yang revolusioner di jagad fesyen tanah air, yakni menciptakan desain busana pengantin yang menyatukan dua unsur budaya Timur dan Barat, berupa kebaya berbentuk ball gown. Tak ayal, desainer pemilik label Marga Alam, Fashion, Bridal & Art Kebaya inipun meraih juara umum tingkat ASEAN.

Selain desain yang modern, kebaya rancangan Marga juga tampil dalam potongan klasik dengan detail dan aplikasi yang glamor. Inspirasinya dalam berkreasi bersumber dari kekayaan alam dan budaya Indonesia. Tak heran kalau pada karya Marga, kita dapat menyaksikan ragam motif bordir khas dari berbagai daerah di Indonesia tertatah apik di sekujur busana nasional itu.

Baginya, kebaya bukanlah sekedar busana biasa. Kebaya adalah sesuatu yang sakral. Busana itu mampu memunculkan karakter yang berbeda saat dikenakan oleh seorang wanita Indonesia. “Yang mengenakannya pasti akan tampil manglingi dari biasanya, yang tomboy akan terlihat anggun dan feminin. Sedang yang feminin akan tampil makin cantik,” ujarnya. Ya, bisa dibilang kebaya bisa mempengaruhi karakter seseorang untuk dapat tampil lebih baik. Bagi wanita Indonesia, akan terlihat sisi keindonesiaannya.
Foto Adit Sastradipradja