message

Meminjam Biaya Pernikahan Kepada Orang Tua, Bagaimana Caranya?

 

Anda dan pasangan mantap untuk menikah dan tidak ada alasan apapun yang akan menggoyahkan keputusan yang telah Anda ambil berdua. Namun, ada satu hal yang membuat Anda agak berkecil hati dan berharap bahwa hal tersebut tidak akan jadi penghalang. Biaya pernikahan.

Walaupun Anda berdua akan membiayai sebagian besar pesta pernikahan Anda dengan tabungan dari penghasilan berdua, namun ada saja biaya yang masih belum tertutup hingga Anda harus mencari tambahan biaya di luar dari tabungan berdua. Kemana lagi jika bukan kepada orang tua yang juga turut berbahagia dengan keputusan Anda untuk menikah. Secara tradisi biasanya orang tua lah yang akan membiayai pesta pernikahan Anda, namun di jaman modern, biasanya kedua mempelai berusaha untuk membayar setiap keperluan dari pesta pernikahan mereka. Namun, tentunya tidak selalu Anda berdua dapat membayar pesta pernikahan Anda sebaliknya tidak semua orang tua pun dapat meng-cover pesta pernikahan anaknya.

Lalu bagaimana jika Anda harus meminjam dana kepada orang tua Anda atau orang tua pasangan Anda? Ini tips-tips berikut yang harus Anda jalankan agar semuanya sama-sama enak dan tidak ada omongan di belakangnya kelak.

Pertama: Bicarakan Secara Serius dengan Pasangan

Hanya Anda dan pasangan Anda lah yang mengerti tentang persiapan pesta Anda berdua, berapa biaya yang harus dikeluarkan, dan berapa bujet yang telah Anda berdua tentukan. Oleh karena itu, Anda berdua juga yang tahu berapa kurangnya biaya pesta pernikahan yang harus Anda tanggung dan jumlah yang Anda berdua perlukan. Bicarakan secara serius bukan hanya berapa besar jumlah yang dibutuhkan tapi juga bagaimana Anda berdua akan mengembalikan biaya yang akan Anda pinjam itu. Ingatlah, meminjam berarti harus mengembalikan, meskipun Anda meminjam pada orang tua Anda sekalipun. Berdiskusi serius dengan pasangan Anda menjadi dasar yang perlu Anda lakukan sebelum bertemu dengan orang tua Anda.

Kedua: Bertemu dan Katakan Apa Adanya

Berbicaralah dengan orang tua Anda di rumah Anda atau Anda datang ke rumah orang tua pasangan Anda. Jangan di tempat lain selain di rumah untuk pembicaraan yang serius. Katakan masalahnya apa adanya tidak ditambah dan tidak dikurangi. Dan, bertanyalah dengan hormat, apakah ayah dan ibu Anda bersedia untuk menutupi kekurangan biaya yang nantinya akan dikembalikan kembali kepada mereka. Tentu orang tua yang baik dan ingin melihat kebahagiaan anaknya pasti akan membantu. Namun, Anda juga harus serius untuk mengembalikan lagi apa yang Anda pinjam dari orang tua Anda.

Ketiga: Spesifik Untuk Apa

Orang tua Anda pun layak dan wajib tahu tentang persiapan pesta pernikahan Anda karena mereka juga punya kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri saat anaknya akan menikah. Oleh karena itu, Anda juga harus menjelaskan persiapan pesta pernikahan Anda dan spesifik tentang apa-apa saja yang perlu Anda biayai dan mana yang Anda harapkan orang tua Anda dapat membantu pembiayaannya. Jangan ditambah, jangan dikurangi. Orang yang meminjamkan uang juga ingin tahu kemana uangnya akan digunakan, sekalipun itu orang tua Anda sendiri.

Keempat: Spesifik Dan Serius Dalam Mengembalikan Pinjaman

Biar bagaimana pun uang yang Anda pinjam dari orang tua adalah hasil jerih payah mereka yang akan digunakan untuk hari tua mereka. Serius lah dan spesifik lah bagaimana Anda akan mengembalikan, berapa jumlahnya, dan berapa lama akan Anda cicil jika itu menjadi pilihan Anda untuk mencicil kembali. Hindari sakit hati dari orang tua Anda karena anaknya tidak mengembalikan uang pinjamannya. Biar bagaimanapun ingatlah uang yang Anda pinjam adalah tabungan untuk hari tua mereka.

Kelima: Bujet Bujet dan Bujet

Hargai pertolongan orang tua Anda dengan stick to the budget!Betapa pentingnya Anda mengerti tentang bujet pesta pernikahan Anda. Jangan Anda dapat pinjaman lalu bujet Anda membengkak karena ada yang menalanginya. Ingatlah pinjaman adalah pinjaman dan harus dikembalikan agar hidup pernikahan Anda bersama pasangan lancar ke depannya.

Foto : Dok. Istimewa

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP