Kalau mendengar kata prewedding, apa yang langsung terbayang di kepala kamu? Gaun putih yang elegan, jas formal, hamparan taman hijau, atau pantai saat matahari terbenam? Memang, konsep-konsep seperti itu masih menjadi favorit banyak pasangan. Namun belakangan ini, tren prewedding mulai bergeser ke arah yang lebih personal dan penuh karakter.
Semakin banyak calon pengantin memilih tema yang benar-benar mencerminkan siapa mereka sebagai pasangan. Mulai dari hobi, film favorit, anime, hingga video game yang menemani masa kecil mereka. Bukan cuma semata-mata untuk mengikuti tren, tetapi menghadirkan cerita yang terasa lebih dekat dan bermakna.
Salah satu contohnya adalah pasangan ini yang memilih Super Mario Bros sebagai inspirasi sesi prewedding mereka. Hasilnya? Lucu, penuh warna, dan sukses membuat siapapun yang melihatnya ikut tersenyum.

Sang pengantin pria tampil sebagai Mario dengan overall biru, kaos merah, lengkap dengan topi ikoniknya. Sementara sang wanita tampil manis sebagai Princess Peach dengan gaun berwarna pink yang langsung mengingatkan kita pada karakter favorit Nintendo tersebut.

Tidak hanya kostumnya, berbagai elemen yang menjadi ciri khas dari permainan ini juga turut dihadirkan. Mulai dari jamur merah, koin emas, balok tanda tanya, hingga warna-warna cerah yang identik dengan dunia Super Mario. Seluruh properti terasa sederhana, tetapi berhasil membangun suasana yang playful dan penuh nostalgia. Konsep ini membuktikan bahwa sebuah prewedding tidak harus selalu terlihat mewah untuk bisa meninggalkan kesan yang kuat.


Di balik kostum yang menggemaskan, hal yang paling mencuri perhatian sebenarnya adalah interaksi kedua mempelai. Mereka tidak terlihat kaku atau terlalu sibuk berpose. Sebaliknya, keduanya tampak menikmati setiap momen, saling bercanda, tertawa, bahkan benar-benar masuk ke dalam karakter yang mereka perankan. Ekspresi yang spontan inilah yang membuat hasil fotonya terasa hidup. Tidak terlihat seperti sedang melakukan sesi pemotretan, melainkan seperti dua orang yang sedang bersenang-senang bersama dengan kostum bertema yang penuh nuansa nostalgia.
Inilah alasan utama mengapa banyak fotografer kini lebih menyarankan pasangan untuk memilih konsep yang sesuai dengan kepribadian mereka. Ketika merasa nyaman, ekspresi natural akan muncul dengan sendirinya, dan hasil fotonya pun terasa jauh lebih autentik juga menarik.
Beberapa tahun lalu, banyak pasangan cenderung memilih konsep prewedding yang sedang viral agar hasil fotonya terlihat serupa dengan referensi di media sosial. Kini, pendekatannya mulai berubah. Pasangan masa kini justru lebih senang membuat konsep yang memiliki background dan storytelling. Ada yang memilih tema berdasarkan film favorit yang ditonton bersama saat pertama kali berkencan. Ada yang mengambil inspirasi dari hobi seperti memasak, camping, membaca buku, bermain musik, hingga bermain video game. Hal ini menjadikan prewedding bukan lagi tentang membuat foto yang terlihat sempurna, tetapi tentang mengabadikan hubungan dengan cara yang paling menggambarkan diri mereka.
Masih banyak calon pengantin yang khawatir kalau konsep prewedding mereka dianggap terlalu nyeleneh atau kekanak-kanakan. Padahal, justru konsep yang berbeda sering kali menjadi foto yang paling dikenang. Bayangkan membuka kembali album prewedding sepuluh atau dua puluh tahun mendatang. Foto-foto tersebut tidak hanya mengingatkan pada hari-hari menjelang pernikahan, tetapi juga mengingatkan siapa kalian saat itu sebagai dua orang yang sama-sama menikmati bermain game, tertawa bersama, dan tidak takut menjadi diri sendiri.
Kalau kamu dan pasangan tertarik punya prewedding bertema pop culture seperti ini, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan. Pertama, pilih karakter atau dunia yang memang memiliki makna bagi kalian berdua. Jangan hanya memilih karena sedang populer. Kedua, gunakan properti secukupnya. Terlalu banyak elemen justru bisa membuat perhatian terpecah. Biarkan pasangan tetap menjadi fokus utama di setiap foto. Ketiga, diskusikan konsep dengan fotografer sejak awal. Mulai dari pemilihan lokasi, angle, hingga proses editing akan sangat mempengaruhi hasil akhir agar nuansa yang diinginkan benar-benar terasa. Namun yang terpenting, jangan takut untuk berekspresi. Konsep playful seperti ini akan terlihat maksimal ketika kalian benar-benar menikmati prosesnya, karena foto terbaik adalah foto yang, bertahun-tahun kemudian, masih mampu membuat kalian tersenyum dan berkata, "Iya ya, ini memang kami."
Terus update tren dan berita terkini pernikahan dengan men-download aplikasi Weddingku di smartphone-mu dan mengikuti media sosial Weddingku di Instagram, TikTok, Facebook, Pinterest, dan YouTube agar kamu tidak ketinggalan infonya!