Love Story
Hubungan mereka berawal dari pertemanan yang terpisah jarak dan waktu. Perbedaan waktu dan jarak antara China dan Indonesia tidak mampu membuat Sam melupakan Michelle. Setelah menyelesaikan studinya, Sam memutuskan untuk mengutarakan isi hatinya kepada sang pujaan hati. Cinta bersambut, Michelle rupanya juga menaruh hati kepada Sam. Keduanya pun sepakat menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Michelle menginginkan seorang suami yang lebih smart dibanding dengan dirinya dan pada diri Sam, ia menemukan itu. Segala kebaikan Sam membuat Michelle siap melabuhkan hatinya. Sam melihat sosok pujaan hatinya sebagai patner, sahabat, dan juga calon istri yang teramat memahami dirinya.
Will You Marry Me
Saat menjemput Michelle, Sam melihat sang kekasih berjalan menuju ke arahnya sambil membawa banyak barang. Momen itu dimanfaatkan Sam untuk melamarnya. Kaget melihat Sam yang berpakaian sangat rapi dan membawa bunga, membuat Michelle sempat terdiam sejenak, sebelum akhirnya ia tersadar dan memberikan jawaban yang dinantikan Sam.

Wedding Themes
Tema yang dipilih oleh Sam dan Michelle adakah “Sweet & Elegant”. Keduanya mengambil tema ini karena merasakan banyak orang di sekitar mereka yang mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang sweet. Lewat pesta pernikahan, keduanya ingin membagikan the sweet things yang mereka rasakan kepada para tamu undangan. Sedangkan tema elegan mereka pilih untuk merasakan keakraban bersama kerabat dan tamu undangan yang hadir.
The Wedding Preparations
Persiapan sudah dimulai dari Maret 2013, satu tahun lebih sebelum hari-H. Pada awalnya Sam dan Michelle mencoba menangani semuanya sendiri, sampai mereka melakukan survei kesebelas hotel, bertemu dan bertukar pikiran vendor-vendor dunia pernikahan. Hasilnya, mereka justru merasa kewalahan. Akhirnya diputuskan untuk mencari wedding organizer dan dipilihlah Tonny Lifetime untuk membantu mereka mempersiapkan pesta pernikahan.

The Best Moments
Sam dan Michelle sepakat memilih wedding vow sebagai best moment mereka. Sam sempat ‘terdampar’ di rumah sakit selama 6 hari dan baru keluar H-1, sebelum pesta pernikahan. Keduanya merasakan tidak mempunyai waktu cukup untuk beristirahat dan mempersiapkan wedding vow yang ‘baik’. Sam dan Michelle akhirnya hanya mempersiapkan beberapa poin (tanpa diketahui pasangan) dan saat pengucapan wedding vow, semua terjadi secara spontan tapi ternyata sanggup membuat pasangan kaget dan terkesan.
Di pertengahan acara, selagi beberapa tamu menghampiri untuk memberikan selamat, tiba-tiba Sam berjalan menuju area musik dan memainkan gitar sambil menyanyikan lagu “Now and Forever”. Pemandangan ini membuat Michelle terharu karena tahu kondisi Sam belum kembali pulih. Ia dapat merasakan betapa Sam menyayanginya.
F&B
Tasmanian Salmon in Puff Pastry, Peking Duck, Nasi Hijau Jepara, Australian Beef Tenderloin, Prawn Tempura Udon, Thai Young Coconut.

Wedding Date 27 Mei 2014 | Wedding Venue Holy Matrimony Glass House, Level 8 The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place | Wedding Venue Reception Level 8 The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place | Wedding Organizer Tonny & Lifetime Entertainment-Wedding Organizer | D-day Photographer Little Collins Photo | Videographer Rangga Kioe – Little Collins Video | Make-up Artist Andreas Zhu | Wedding Gown Hian Tjen | Wedding Suit Lims’ Taylor by Agus Lim | Bridesmaid Gown Personal | Hand Bouquet Colours Deco by Atrina | Wedding Ring Personal | Catering The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place | DeCoration Grasida | Invitation Card H2 | Souvenir Ellys’s | MC Umbu Kaborang | Entertainment Bebop Entertainment