Seimbangkan Waktu Mengurus Pernikahan dan Pekerjaan

Foto: Dok. Pinterest.com

Dalam mengurus pernikahan memang tidak mudah terlebih anda harus membagi waktu dengan pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan. Keduanya menuntut perhatian penuh dari anda sampai semua terselesaikan dengan sempurna. Tetapi kadang sulit untuk membagi keduanya secara adil tanpa ada yang timpang sebelah. Untuk membantu anda menyelesaikan keduanya secara seimbang berikut ini beberapa langkah yang tidak ada salahnya dipraktikan.

  1. Tunjukan sisi profesional

Tunjukan sikap profesional pada atasan, bahwa Anda mampu meng-handle semua pekerjaan serta urusan pribadi dengan sama baiknya. Prioritaskan pekerjaan lebih dahulu, baru kemudian wedding planning. Atur waktunya secerdas mungkin.

  1. Rencanakan pernikahan sesimpel mungkin

Jika Anda baru saja memulai suatu karier yang sekiranya akan prospektif di masa depan, mungkin sudah saatnya Anda berpikir untuk membuat pesta pernikahan yang simpel.

  1. Sisihkan waktu setelah jam kantor

Agar lebih tenang dan fokus pada pekerjaan, atur pertemuan dengan para vendor saat jam pulang kantor, bukan pada jam istirahat makan siang. Terkadang ada hal-hal yang terjadi di luar prediksi kita, seperti jalanan macet, hujan deras, ataupun ada meeting mendadak.

Foto: Dok. Pinterest.com

  1. Coba bernegosiasi pada atasan

Cara lain yang bisa ditempuh adalah berkomunikasi dengan pihak atasan, bernegosiasi untuk meminta dispensasi kerja. Anda bisa tawarkan penggantian kerja di hari lain, atau bahkan Anda bisa lembur. Cuti kerja sebaiknya hanya diambil beberapa hari sebelum hari-H berlangsung, bukan di saat-saat Anda sedang sibuk-sibuknya menyiapkan pesta pernikahan. Biasanya beberapa calon pengantin langsung berbulan madu saat pesta telah usai. Perhitungkan juga masa honeymoon.

  1. Buat catatan kecil

Selalu well-organized adalah kata kunci untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan wedding planning. Milikilah buku khusus yang fungsinya sebagai “wedding diary”. Anda bisa mencatat semua hal: mulai dari ide baru, nama wedding suplier yang direkomendasikan teman, janji meeting dengan vendor, dan sebagainya. Dengan menulis di buku khusus ini akan membantu Anda lebih fokus mengurus pekerjaan.

  1. Mencari teman bekerja sama

Pilih teman ataupun saudara, yang dianggap sehati untuk membantu wedding planning Anda. Bantuan sekecil apapun pastikanlah akan membantu meringankan beban Anda.

  1. Tebarkan senyum di saat sulit sekalipun

Jika ada sesuatu yang tak berjalan sesuai rencana, tetaplah tenang. Tiba-tiba vendor membantalkan janji padahal Anda sudah set waktunya, atau tiba-tiba orang tua ingin menambah jumlah undangan? Jangan sampai hal tersebut menganggu kinerja Anda. Tetaplah ceria dan bersikap profesional.

  1. Serahkan pada wedding organizer

Jika Anda merasa menangani pekerjaan dan wedding planning sekaligus telah menemukan “titik jenuh” tertinggi, gunakan jasa wedding organizer. WO akan “memecah kerumitan” di kepala Anda dengan keahlian dan profesionalitasnya, mulai dari menghubungi para vendor, mengurus kontrak kerja dengan para vendor tersebut, dan mengurus step by step kelangsungan jalannya pesta Anda.

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP