Pesona Kain Songket Milik Budaya Minang dalam Acara Sangjit

Sangjit merupakan tradisi sakral dari masyarakat keturunan Tionghoa dan dilakukan sebelum melaksanakan acara pernikahan. Acara ini masih dilakukan hingga sekarang untuk menghormati tradisi nenek moyang leluhur kita, yang biasanya dilakukan 1 bulan hingga 1 minggu sebelum diselenggarakannya pernikahan. Acara ini diisi dengan pemberian ragam seserahan dari pihak mempelai pria kepada calon pendamping hidupnya.

Kolaborasi kedua budaya, yaitu Minang dan Tionghoa, berpadu dengan sempurna dan memberikan warna yang indah pada gelaran sangjit ini. Biasanya, busana sangjit pada mempelai wanita adalah cheongsam dengan warna merah, yang dalam filosofi Cina memiliki arti kemakmuran dan kebahagiaan seperti yang didoakan banyak orang. Meskipun modelnya sudah banyak dikembangkan, namun ciri khasnya tidak akan hilang, yakni memiliki variasi kerah dan diisi dengan kancing yang dikenal dengan pankou.

Lovely Couples di sangjit kali ini, sang mempelai wanita tampak begitu memesona dengan balutan cheongsam berwarna natural yakni nude. Uniknya, mempelai wanita menjadikan songket sebagai bawahan yang akan menemani bagian atas cheongsam. Cantiknya songket ini merupakan ciri khas budaya Minang, setiap bubuhan detail, mulai dari design, bordir pada kain, detail motif, dan pemilihan kain tampak dirancang begitu indah. Diadaptasi dari budaya Minang dengan imbuhan aksen-aksen yang lebih modern, menjadikan busana sangjit mempelai wanita begitu megah.

Photo by Nalicastory | MUA by Angelikasamara | Decoration by Rosyposy.project | Seserahan Box by Rosyposy.project & Hamperstory | Venue by Richiegarden | Attire by Lacebyartkea & Carolzhangcollection | Wedding Planner by The Serenade Organizer

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP