Foto Tikma Photography by Andie Makawaru Tata rias wajah & rambut Indra Dewi Aksesori Le Ciel
Desainer yang sudah menorehkan karya di dunia fesyen tanah air sejak 25 tahun silam ini, mengaku lebih mendapat kepuasan hati tatkala mendesain sebuah kebaya. “Dari segi kreativitas, saya lebih senang membuat kebaya. Seperti ada tantangan dan ujian yang saya harus taklukan. Sebab di satu sisi kebaya adalah busana nasional yang harus dijaga keaslian tradisinya. Namun bukan berarti desain dan tampilannya tidak berkembang sesuai laju zaman. Nah, ketika saya berhasil mendesain kebaya yang menampilkan bentuk modern sekaligus tetap mempertahankan ciri kebaya. Rasanya ada kepuasan tersendiri di hati,” ujar Valen.

Simpel dalam memadu-madankan gradasi warna maupun ornamen ragam hias pada kebaya, merupakan ciri desain dari pria asal Sumatra Utara ini. Dan satu lagi ciri yang tidak bisa lepas dari Valentino Napitupulu, adalah tarikan garis-garis tegas pada desain kebaya. Boleh jadi hal itu terbawa dari gaya desain buasana kantor maupun siap pakai yang sempat melambungkan nama Valentino pada medio 90-an. Tak ayal hal itu menjadikan kebaya rancangan Valentino Napitupulu memiliki karakter dan kenunikan tersendiri.

Tidak sebatas pada desain, cara Valen dalam mencari ide pun terbilang unik. Yakni dengan cara meremas-remas kertas putih polos, kemudian ketika sudah berbentuk seprti bola, kertas tersebut dibuka untuk kemudian ia gambar bentuk busana berdasarkan tekstur yang tercipta akaibat remasan tadi. “Ide itu bisa dijumpai di mana saja dan ada di sekeliling kita. Pohon dengan rantingnya yang bercabang, retakan pada dinding, semua itu bisa jadi ide yang menarik untuk diaplikasikan pada busana,” terang Valen. Dan untuk kebaya, ia kerap menerapkan bentuk-bentuk floral sebagai ragam hias. Semata-mata agar sisi anggun serta feminim dapat makin terpancar dari kebaya tersebut.
Foto Adit Sastradipradja