Real Wedding

Jalinan Cinta Gya dan Tarra di Bumi Sangkuriang

GYA PRAMADISTI SADIQAH DAN BIMANTARA BUDIMANSYAH - 22 APRIL 2017
by  166Color:

Ketika panah asmara telah bekerja, jalinan persahabatan pun dapat berubah menjadi jalinan cinta yang indah dan membawanya kepada akhir yang bahagia. Sebahagia Tarra dan Gya.

Batik dijadikan salah satu kompenen dekorasi

Sungkeman

Kebaya Gya yang dirancang Didiet Maulana

Meuleum harupat, salah satu prosesi adat Sunda

Tarra dan Gya berjalan menuju pelaminan yang diadakan di Bumi Sangkuriang

Ucap syukur setelah ijab kabul

Teman-teman yang tidak lupa untuk foto bareng kedua pengantin

Bersama keluarga

Tarra memasuki meja akad

Ekspresi bahagia Tarra dan Gya

Berada di dalam lingkup pertemanan yang sama, tak ada yang spesial dari pertemanan Tarra dan Gya pada awalnya. Perubahan mulai terjadi perlahan saat Gya berlibur ke London, Inggris. Tarra yang mendengar hal ini, lalu segera memesan beberapa barang yang sulit didapat di Indonesia. Hal sepele yang ternyata berhasil mendekatkan keduanya saat Gya kembali ke Indonesia lengkap dengan semua titipan Tarra.

Sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan, Tarra dan Gya lebih dulu menyamakan persepsi mengenai tujuan dari hubungan yang akan dibina tersebut, dimana keduanya sepakat untuk membawanya ke arah pernikahan. Sebagai seorang public figure Tarra tidak menuntut kriteria tertentu pada diri calon pasangannya, ia justru menyukai karakter Gya yang apa adanya tanpa pencitraan atau jaim (jaga image). Sementara Gya yang masih berhubungan sepupu dengan Raffi Ahmad, menerima Tarra karena melihat banyak sifat positif pada Tarra. Dan yang paling disukainya adalah Tarra rajin mengingatkannya untuk Shalat.

Setelah sama-sama menemukan kecocokan, seakan tak ingin membuang waktu, Tarra dan Gya segera melakukan persiapan pernikahan. Gya yang asli Sunda dengan Tarra yang berdarah campuran dan masih memiliki keturunan Sunda, memilih adat Sunda untuk menjadi konsep pernikahan mereka. Mengingat Gya dan keluarga besar lebih banyak tinggal di Bandung, maka pernikahan mereka pun digelar di kota kembang tersebut.

Setelah menggelar akad nikah di kediaman Gya, resepsi pernikahan bergaya outdoor pun digelar di Bumi Sangkuriang. Nuansa putih mewarnai akad nikah maupun resepsi, menghadirkan kesucian cinta kedua mempelai. Sedikit perbedaan dihadirkan pada dekorasi resepsi dimana menampilkan warna-warna soft yang dipadu dengan batik. Unsur tempo dulu pun dihadirkan dengan adanya angkringan yang menjadi jajanan khas Bandung, memberikan kesan yang sedikit lebih ringan pada nuansa tradisi.

Go to top