Satu Padu Dua Suku Karo & Jawa

DRG. SALLY ROSITA & KERIAHENTA TARIGAN SE.AK - 05 JUNI 2015
 by | 7885

Setiap kali menghadiri perayaan pernikahan seseorang, kita akan bertemu orang-orang baru.

Ibunda Sally Memotong Rambut Sally yang akan Disatukan dengan Potongan Rambut Ranta Untuk Ditanam

Foto Keluarga di Depan Pelaminan

Langge-langge Merupakan Tudung yang Menjadi Aksesori Penutup Kepala

Elegannya Berbusana Adat Karo

Sally dan Ranta Diapit Kedua Orangtua Mereka

Menari Menjadi Ungkapan Kebahagiaan

Bersama Seluruh Keluarga dan Tamu Menari Bersama

Senyum Bahagia Tidak Dapat Pudar dari Wajah Kedua Pengantin dan Para Orangtua

Setiap kali menghadiri perayaan pernikahan seseorang, kita akan bertemu orang-orang baru. Sadar atau tidak, secara tidak sengaja Sang Perencana Takdir terkadang mempertemukan sosok yang selama ini kita cari di antara mereka. Hal itulah yang mengawali kisah Sally dan Ranta yang pertama kali berjumpa ketika menghadiri pernikahan seorang saudara. Rasa tertarik yang timbul membuat keduanya saling bertukar nomor handphone untuk melanjutkan perbincangan pada pertemuan kedua di Plaza Senayan. Sebuah pertemuan yang ternyata cukup membekas dan sulit dilupakan. Cerita asmara pun dimulai, hingga tanpa terasa satu tahun telah berlalu. Dan akhirnya, Sally Rosita, dokter gigi lulusan Universitas Gajah Mada dan Ranta yang lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pun memutuskan untuk menyatukan diri ke dalam sebuah pernikahan.

Ranta berdarah asli Karo sementara Sally berdarah campuran Jogja dan Karo. Meski ada sedikit perbedaan tradisi, Sally dan Ranta mampu mewujudkan keharmonisan antara adat Karo dan Jawa. Seperti upacara siraman yang juga dihadiri kerabat dari Medan. Sebuah keunikan pun terwujud ketika prosesi siraman yang merupakan tradisi Jawa, diiringi oleh alunan musik Karo dan Jawa secara bergantian. Betapa indahnya perbedaan yang berwarna-warni menciptakan pelangi.

Setelah upacara siraman, keesokan hari menjadi hari besar bagi Sally dan Ranta yang menikah di Balai Kartini. Adat Karo menjadi tema yang menyelimuti dekorasi yang didominasi warna merah yang menjadi warna khas pernikahan Sumatera. Tidak hanya soal pemilihan warna, Sally merasa sangat beruntung karena sang ibu yang juga pemilik sanggar dan wedding organizer bernama Griyo Notoredjo yang beralamat di Arteri Pondok Indah, Kebayoran Lama, sangat membantu dalam seluruh persiapan. Tak heran, karena para pengantin yang pernah ditangani oleh sang ibunda pun selalu mengaku puas atas pelayanan yang diberikan.

BACK
TO TOP

Klik "Ya" Untuk Mendapatkan Update Promo Terbaru Dari Weddingku!