message

Rustic, Warm, Modest and Familial Theme For Eko & Yanita Wedding

EKO HADIWIJAYA & YANITA TANZIL - 29 NOVEMBER 2015
| 4613

Eko dan Yanita sama-sama berasal dari kota Makassar, tapi pertemuan pertama mereka terjadi pada tahun 2006 di Jakarta. Saat itu, Eko yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di luar negeri, sedang berada di Jakarta untuk mengurus aplikasi visa.

THE FIRST TIME WE MET Eko dan Yanita sama-sama berasal dari kota Makassar, tapi pertemuan pertama mereka terjadi pada tahun 2006 di Jakarta. Saat itu, Eko yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di luar negeri, sedang berada di Jakarta untuk mengurus aplikasi visa. Secara kebetulan, ia dikenalkan kepada Yanita yang memang sudah sejak kecil menetap di Jakarta melalui salah seorang teman mereka. Sejak pertemuan tersebut, Eko dan Yanita hanya berteman biasa tanpa ada perasaan yang spesial. Namun, setiap kali Eko berkunjung ke Jakarta atau Yanita berkunjung ke Makassar, mereka selalu menyempatkan waktu untuk bertemu. Pada tahun 2013, Yanita pergi ke Makassar karena ada acara keluarga selama lima hari. Karena waktu yang terbilang singkat, Yanita sengaja tidak memberitahu Eko bahwa ia sedang berada di Makassar. Namun, tepat satu hari sebelum kepulangan Yanita ke Jakarta, secara tidak sengaja Yanita bertemu dengan Eko di sebuah mol. Sejak saat itu, Eko dan Yanita mulai lebih sering mengobrol dan menemukan adanya kecocokan dengan satu sama lain. Di mata Eko, Yanita adalah wanita yang independen, modern dan yang terpenting adalah bahwa Yanita mempunyai pandangan hidup yang sejalan dengan Eko. Sedangkan Yanita pun jatuh cinta dengan karakter Eko yang ramah, humoris, dan asyik untuk diajak membicarakan segala hal. Walaupun mereka harus menjalani hubungan pacaran jarak jauh antara Jakarta dan Makassar, namun berkat komunikasi dan kepercayaan yang dibangun dengan kuat, Eko dan Yanita pun sepakat untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

WILL YOU MARRY ME Eko dan Yanita sudah mulai membicarakan rencana pernikahan mereka sejak Januari 2015 dan keluarga kedua belah pihak juga sudah bertemu dan melakukan prosesi lamaran pada bulan Februari 2015. Namun pada bulan November 2015, ketika Yanita sedang merayakan bridal shower bersama dengan para sahabat wanitanya, Eko tiba-tiba saja hadir dan ikut dalam acara yang semestinya hanya dihadiri oleh calon pengantin perempuan dan sahabat saja. Ternyata pada hari itu Eko sengaja terbang dari Makassar ke Jakarta untuk melamar Yanita. Melalui games-games yang sudah disiapkan oleh para sahabat Yanita, Eko memberikan sebuah cincin kepada Yanita dan mengungkapkan "Will You Marry Me?" di pesta bridal shower tersebut.

THE WEDDING PREPARATION Persiapan pernikahan Eko dan Yanita berjalan selama kurang lebih 11 bulan, dimulai dari bulan Januari 2015. Eko dan Yanita berbagi tugas dalam mengurus berbagai kebutuhan pernikahan mereka, Melalui beberapa pameran pernikahan yang mereka hadiri, Eko dan Yanita mendapatkan ide-ide dan vendor-vendor pernikahan mereka. Tantangan terbesar yang dirasakan Eko dan Yanita selama melakukan persiapan adalah karena mereka berada di dua kota yang berbeda. Namun untungnya, Eko dan Yanita memiliki selera yang sama, sehingga Eko mempercayakan pemilihan vendor-vendor kepada Yanita.

THE WEDDING THEME Tema pesta pernikahan Eko dan Yanita adalah rustic, warm, modest dan familial. Eko dan Yanita memiliki alasan yang sama dalam menentukan konsep pesta pernikahan mereka tersebut. Mereka berdua sama-sama menyukai hal-hal yang lebih simpel dan natural. Dibandingkan pesta yang mewah, Eko dan Yanita lebih menginginkan pesta yang meriah. Eko dan Yanita ingin agar semua orang dapat merasakan kebersamaan tanpa ada jarak pemisah dalam pesta pernikahan mereka, baik itu secara strata sosial, ekonomi maupun ras. Eko dan Yanita sangat terinspirasi dari pesta pernikahan ala Bali yang sederhana namun terasa hangat.

WEDDING GOWN & SUIT Setelah mampir ke beberapa toko bridal, Yanita pun mempercayakan pembuatan gaunnya kepada Wedding Boutique yang dapat membuatkan gaun seperti yang Yanita inginkan. Yanita pun sangat puas dengan gaun hasil karya dari Wedding Boutique yang mampu membuatnya tampil sangat anggun di hari H pernikahannya. Sedangkan untuk jas pengantin, Eko mendapat referensi vendor dari wedding organizer. Karena Eko menginginkan setelan jas yang cukup unik, ia sampai harus mencari bahan kain sendiri di pasar baru. Namun, Pizzaro berhasil merealisasikan setelan jas yang Eko inginkan dengan sangat sempurna, bahkan juga membantu membuatkan vest untuk para groomsmen di saat-saat terakhir.

THE UNFORGETTABLE MOMENT Momen terindah yang tidak akan bisa dilupakan Eko dan Yanita pada hari pernikahannya adalah saat mereka diberkati di gereja di hadapan Tuhan dan semua keluarga dan teman yang hadir. Selain itu, momen ketika mereka berdua mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah membesarkan mereka hingga akhirnya menikah juga menjadi momen berharga yang mengharukan. Sedangkan pada saat pesta pernikahan, Eko dan Yanita tidak bisa melupakan games dan video dari groomsmen.

Teks Eva Tanty Sari

BACK
TO TOP