Real Wedding

Sejuta Makna Tradisi Jawa

DEVITA PERMATASARI DAN ABI WIYASA - 05 FEBUARI 2017
by  713Color:

Bagi sebagian orang, angka tiga belas mungkin dianggap membawa ketidakberuntungan. Tetapi bagi Devi dan Abi yang dipertemukan kembali setelah lebih dari 13 tahun terpisah, angka ini memiliki arti tersendiri.

Siraman di kediaman Devi

Seremoni Bukak Kawah membagi-bagikan perabotan rumah tangga

Dekorasi meja akad nikah

Sitting tabel yang simpel

Berada di depan, Cucuk Lampah mengantar kedua pengantin menuju pelaminan

Ekspresi bahagia Devi dan Abi

Atap Rumah Joglo dan backdrop gebyok mempertegas konsep Jawa

Bagi sebagian orang, angka tiga belas mungkin dianggap membawa ketidakberuntungan. Tetapi bagi Devi dan Abi yang dipertemukan kembali setelah lebih dari 13 tahun terpisah, angka ini memiliki arti tersendiri.

Sempat menjadi siswa di Sekolah Dasar yang sama, bahkan satu mobil antar-jemput sekolah, merupakan sebuah kenangan manis bagi Abi dan Devi ketika dipertemukan kembali 13 tahun kemudian. Melalui sapaan sederhana di Path Chat, Abi mengajak Devi buka puasa bersama. Sebuah titik awal kedekatan keduanya yang berlanjut dengan ajakan-ajakan berikutnya, hingga tiba saat Abi mengungkapkan perasaannya kepada Devi. Tak menyangka akan niat Abi, Devi baru menyadari keseriusan Abi untuk melangkah ke jenjang pernikahan setelah memperhatikan karakter Abi, seorang family man yang menjadi idaman kebanyakan wanita. Sifat-sifat lain dari Abi semakin memesona Devi dan meyakinkannya untuk menerima lamaran Abi.

Perencanaan pernikahan pun segera dimulai. Ada untungnya, orang tua Devi yang sering terlibat dalam kepanitiaan pernikahan menjadi lebih mengenal vendor mana saja yang terbaik berdasarkan pengalaman mereka. Hingga tepilihlah vendor-vendor kompeten sesuai “Dream Team” versi orangtua Devi dan orangtua Abi tentunya.

Hidup dalam lingkaran keluarga dengan adat Jawa yang begitu kental, membuat Devi jatuh hati dan memutuskan menggelar pernikahannya juga dalam adat Jawa. Ragam prosesi pernikahan yang sarat makna, penuh doa dan mengandung arti filosofis yang tinggi langsung terlintas di dalam benak Devi.

Untuk menghilangkan kesan kuno, unsur modern pun diiimbuhkan di berbagai sisi dekorasi, selain pemilihan warna tentunya. Warna coklat yang biasa diambil dari unsur kayu dan menjadi warna khas tradisional Jawa, dipadukan dengan warna kuning yang menonjolkan elemen-elemen dekoratif, sehingga terkesan lebih ringan.

Go to top