Satu Dekade Perjalanan Tenun Merdi Sihombing

Tanpa terasa putaran waktu telah membawa fesyen desainer Merdi Sihombing menjejak pada satu dekade dalam berkarya. Di rentang waktu itu juga, ia setia mengangkat wastra nusantara agar menjadi kebangaan masyarakat Indonesia dan terkenal di mancanegara. Ya, 10 tahun bukanlah waktu yang singkat. Terlebih dalam mengeksplor kemudian mengaplikasikan berbagai hasil tenun tradisional kedalam berbagai bentuk busana yang lebih modern.

Suka, duka, maupun tawa adalah teman seperjalanan yang setia mengeringi langkah Merdi dalam mewujudkan cita-citanya. “Mimpi saya, produk tenun dengan pewarnaan alam dapat dihidupkan kembali melalui para penenun yang telah terdidik dan sejahtera,” ujarnya. Dan beberapa waktu lalu buah kerja kerasnya itu terbayar. Berlokasi di Palalada Restaurant, Alun-alun Indonesia, Grand Indonesia, Jakarta¸ Merdi meluncurkan buku bertajuk ‘Perjalanan Tenun’. Buku yang merupakan master piece itu berisikan rangkuman perjalanan Merdi dalam menelusuri keindahan tenun Indonesia. Mulai dari plosok Barat hingga Timur.

Nampak beberapa figur publik seperti Penyanyi Iis Dahlia, Yuni Shara yang mendapat ucapan terima kasih dari Merdi, sebab lantaran dirinya lah yang mendorong terjun ke dunia fesyen, Putri Indonesia 2014, yakni Elvira Devinamira, dan Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu. Selain hadir sebagai pecinta wastra nusantara, beliau juga didapuk untuk meresmikan peluncuran buku Merdi Sihombing. “Kreatifitas harus dimiliki oleh sejumlah profesi seperti seniman, desainer, serta pekerja kreatif. Dan Merdi Sihombing salah satu yang terus konsisiten dalam melakukan itu semua, melalui karya nyata dalam buku Perjalanan Tenun,” ujarnya.

Beliau berharap agar buku tersebut bisa menambah pengetahuan pembacanya akan khazanah tenun Indonesia. Sekaligus memperlihatkan bagaimana fesyen menjadi alat pelestarian budaya. Dengan karya-karya desainer seperti Merdi Sihombing, Marie Elka yakin bahwa orang Indonesia akan bangga dengan identitasnya sebagai orang Indonesia. Bersamaan dengan peluncuran buku, Merdi juga mengelar pameran tenun hasil karyanya. Berbagai hasil tenun bertema Batak dan Indigo Blue, Baduy, Alor, Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, serta Papua ini, bisa disaksikan mulai dari tanggal 9 Agustus hingga 1 September 2014, di Alun-alun Grand Indonesia.

Teks Teddy Sutiady : Foto Vaesy

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP