Dengan nama baru yang berasal dari bahasa Sanskerta bermakna place of refuge, bersamaan dengan logo, seragam, General Manager dan program renovasi, AYANA berangkat menuju fase baru – menjadi hotel independen di bawah pemilik yang sama, menawarkan kebebasan dan kreativitas untuk para tamu yang mengetahui apa yang mereka inginkan untuk mendapatkan pengalaman yang tak ada duanya.
Dikenal dengan nama The Ritz-Carlton, Bali Resort & Spa, resor yang berada di atas tebing ini lahir dengan nama AYANA Resort and Spa pada tanggal 1 April 2009 dan akan dipimpin oleh Charles de Foucault, seorang pakar industri perhotelan yang telah memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun termasuk bekerja selama 17 tahun di the Ritz-Carlton Hotel Company.
“Saya sudah terjun di industri perhotelan lebih dari 30 tahun dan tidak setiap orang mendapatkan kesempatan seperti ini, bekerja di tempat tujuan secantik Bali dan mengelola sebuh properti seindah AYANA,” kata Charles, pria berwarga negara Prancis ini.
Dalam rangka merayakan pesta pembukaannya, AYANA menyelenggarakan resepsi dengan mengundang 650 tamu, media dan mitra perjalanan di Champa Garden, taman bersusun seluas 20.000 meter persegi. Para tamu dimanjakan dengan sebuah venue pesta yang indah di bawah 2000 pohon kamboja dengan yang dikelilingi air mancur bertingkat. Acara yang menarik juga disuguhkan dengan menampilkan pentas drama tek-tekan melibatkan 100 orang, memainkan instrumen tradisional bambu dan 21 penari garuda wisnu kencana turut meramaikan acara ini. Selain itu, para undangan menikmati petikan gitar dipadu dengan alat musik tradisional gamelan bergaya modern jazz oleh Wayan Balawan dan band Batuan Ethnic Fusion.
“Pembukaan AYANA menjadi peristiwa bersejarah bagi industri perhotelan. Pemiliknya telah menciptakan salah satu resor top dunia dan sekarang sebagai hotel independen di bawah The West Paces Hotel Group, AYANA akan membawa pengalaman para tamu ke tingkat yang lebih tinggi,” sambut Horst Schulze, CEO The West Paces Hotel Group, pengelola AYANA Resort and Spa sekarang.
Teks: Iman Hidajat
Foto: Yano Sumampouw – WHY Imaging