Blog + Ideas

Bingkai Cantik Anak Dara (Chapter I)

by   973
 

Bagaikan oasis di tengah gurun sahara. Kecantikan sang putri bermahkotakan perhiasan adat begitu memesona, seakan mampu menghilangkan dahaga akan sebuah keindahan sempurna.

Perjalanan anak manusia kian jauh, membawanya bertemu dengan begitu banyak manusia lain dari beragam latar belakang. Kala cinta berlabuh, kompromi dalam tradisi pun diperlukan dalam menyatukan misi. Satu hal harus selalu dijaga, mahkota sang anak dara tak akan sanggup terganti.

Berbalut baju kurung keemasan yang dipadu songket marun dan juga keemasan, kecantikan sang putri dari Sriwijaya tampak begitu kuat memancar. Deretan bungo cempako dan kembang goyang tersusun rapi membentuk mahkota yang begitu indah membingkai wajah.

Perpaduan mahkota sebagai penghias wajah berpadu cantik dengan kote-kote, serta ronce bunga melati yang indah menjuntai, menjadi satu kesatuan dalam riasan Palembang Aesan Gede Modifikasi.

Kebaya kurung panjang dalam nuansa putih berpadukan tenun songket ini mampu menggambarkan keindahan ala Tjut Nyak Dhien dari Tanah Gayo.

Barisan bungong tajoek, tersusun apik bersama kembang goyang dan pathamdoe juga ronce melati terlihat begitu indah membingkai wajah nan jelita. Gleung jaroe pucok reubong dan gelang cincin lima jari indah membalut pergelangan tangan, menyempurnakan kecantikan sang dara baro.

Teks Setia Bekti Handayani
Foto Uthie-Riomotret
Make-Up Artist Akky
Hair-Do Priyanti Ratno
Busana Mel Ahyar Bride
Aksesori Adat Vienna Gallery, Priyanti Ratno
Model Liani Fury

Fashion Spread, kebaya, Busana Tradisional, Batak tradition, Minang

LEAVE A COMMENT

Go to top