Dua belas label mengawali show sesi pertama pada hari ke -3 Jogja Fashion Week 2013, dengan tema `Avant Garde & Kebaya`, masing-masing perancang memamerkan 8 outfits karyanya di panggung utama JFW.
Perhelatan akbar yang diselenggarakan menjelang bulan suci Ramadhan ini mendominasikan perancang busana muslim yang tidak hanya dari Jogja saja tetapi beberapa perancang dari luar daerah seperti Jakarta, Sumatera juga ikut mengisi acara Jogja Fashion Week yang ke-8 ini.
Koleksi busana muslim milik Herlin DE. Andina (W by Wiwid) mengusung tema `Tandung Majeng`, sebagian besar jenis longdress motif batik dikombinasikan dengan brokat dan payet.
Wiwit Howat dengan label (W by Wiwid) dengan tema `Sang Hyang Srikandi, Sri Mulyani S.Pd label (Canting SMK) dengan tema `Kreasi Ikat Celup`, dengan ide karya busana casual jumputan sehingga bisa digunakan masyarakat diluar panggung atau sebagai busana kerja.
Pradani Ratna (Nom by Pradani Ratna) tema `The Mistique Mistress`, Pada kesempatan pertamanya menampilkan karya di panggung JFW, Pradani memamerkan karya gaun malam yang terinspirasi dari gaya wanita Eropa era tahun 1940-an, dengan menggunakan warna-warna gelap seperti ungu, hitam, coklat.

Jumila SE (Mila-Mili) tema `Kebaya it`s Time to Love` berasal dari Klaten, Koleksi kebaya modern yang di rancang oleh Jumila dengan memadupadankan bahan tulle dengan beberapa kain nusantara seperti batik, tenun Palembang, tenun bali. Gayani by Anie menggunakan bahan semi Perancis dan payet Jepang untuk rancangan kebaya cantiknya. Robertus Miko (Rumah Kebaya) dengan tema `Georgeus Kebaya` menggunakan lurik, jarik dan tenun. Robertus juga mengeluarkan karya kebaya mini dengan warna-warna pastel. Rio Abdurahman (Riee Boutique by Rio Abdurahman) tema `Moelan Han` koleksi busana siap pakai yang dirancang dengan menggunakan bahan tenun Bali, brokat, payet batu alam, payet jepang, warna hijau, biru dan merah menjadi pilihan Rio pada 8 koleksi yang terdiri dari 6 busana wanita dan 2 busana pria.
Sutriandewi Badenoch `Black Shadow`, Rossalia Regina Murwati `Dua Dalam Satu` Tia Roten `Bye-Bye Blackbird`, Dalam koleksinya Tia menggunakan bahan brokat yang didominasi warna hitam serta bulu berwarna hitam sebagai pelengkap pada rancangannya. Terakhir ada Rumah Songket Adis dengan tema `The Glorious of Songket Sriwijaya in Red and Gold Colors` Adis menggunakan songket ringan sehingga busana rancangannya bisa digunakan kapan dan dimana saja.