Pesona Keagungan Busana Pengantin Bali

 

Foto: Denny Tjan


Bali menyimpan begitu banyak pesona keindahan, mulai dari alamnya hingga budayanya. Suku bangsa budaya Bali yang sebagian besar terpengaruh dari agama Hindu membuatnya semakin kaya akan keberagaman, termasuk dalam pernikahan.


Pernikahan Bali memiliki ciri yang khas pada bagian busana yang dikenakan pengantinnya, yakni Payas Agung Badung yang seakan menjadi ikon busana pengantin Bali. Dulunya, Payas Agung hanya bisa dikenakan oleh keluarga kerajaan saja. Namun seiring berjalannya waktu, kini Payas Agung bisa dikenakan oleh siapa saja yang bisa disesuaikan dengan keinginan si pengantin.


Pada hiasan kepala, pengatin Bali akan mengenakan tajug emas seperti mahkota yang berukuran besar dan tinggi menjulang ke atas. Tajug emas ini terdiri dari bunga sandat dan ditutup dengan bunga kap emas. Hal inilah yang akan membuat mewahnya pesona pengantin Bali. Selain itu, dahi sang pengantin juga akan diberi lengkungan simetris demi menyempurnakan riasan pengantin Bali nan apik.


Foto: Denny Tjan


Untuk atasan, pengantin Bali akan mengenakan helai demi helai kain panjang (tapih) yang akan menutupi dada dari bahu hingga mata kaki pengantin wanita. Dada pengantin akan dilapisi kemben, sedangkan kamen prada akan menutupi pengantin hingga mata kaki. Namun, saat ini pakaian yang dikenakan sudah bisa dimodifikasi dengan menggunakan kebaya sesuai keinginan.


Demi melengkapi keagungan pengantin wanita Bali, juga disematkan cerik prada yang membalut bahu kiri pengantin wanita, sementara pending emas akan disematkan di pinggang agar bisa menampilkan keindahan lekuk tubuh pengantin wanita.


Pengantin wanita Bali juga akan diberikan tambahan aksesori seperti gelang kana yang berada di lengan, gelang naga satru di pergelangan tangan pengantin, serta badong yang melingkar di leher. Semuanya akan mempercantik penampilan sang pengantin.


Lihatlah pengantin Bali yang diperankan oleh model ini. Kecantikannya sangat terpancar melalui tajug emas khas pengantin Bali. Atasannya juga sudah dimodifikasi dengan menggunakan kebaya berwarna coklat muda dengan kain pengikat pinggang. Atasan tersebut sangat cocok dipadukan dengan rok tenun dengan warna senada. Busana ini menampilkan pengantin Bali yang kekinian namun tetap mengedepankan tradisi leluhurnya dengan menggunakan tajug emas.


Foto: Denny Tjan


Tidak hanya pengantin wanitanya saja yang menggunakan tutup kepala yang khas, pengantin pria Bali pun begitu. Pengantin pria Payas Agung memakai mahkota tajug emas dengan bunga sandat dan bunga kap di atasnya. Mahkota ini dinamakan gelung garuda mungkur yang menghadirkan keagungan pengantin pria Bali.


Jangan lupa untuk melihat keragaman budaya lainnya di Indonesia Dream Wedding Festival (IDWF) 2020 yang bertajuk Authenticity pada 17, 18 dan 19 Januari 2020 di Jakarta Convention Center. Banyak hadiah yang akan menanti Anda. Ditunggu ya!


Credits:
Photographer: Denny Tjan | Make Up: Victoria Makeup Atelier | Stylist: Koko Namara | Baju Adat by Vera Kebaya | Aksesoris & Hair Do by Zainal Songket | Model: Dianna Lo from Wynn Models

Busana Tradisional, Bali, Indonesia Dream Wedding Festival

LEAVE A COMMENT


BACK
TO TOP