message

The Opening Rose Pompon, Preserved Flower Creative House Pertama di Indonesia

Jakarta, 11 Januari 2014, Berawal dari usaha agar bunga-bunga yang berkesan di hati tetap seperti asalnya ketika ia dirangkai atau diberikan, duo sahabat Mrs. Lince dan Mrs. Miyako beinisiatif untuk memperkenalkan khalayak masyarakat, khususnya pada calon pengantin, akan kehadiran bunga-bunga asli yang tak akan pudar bentuk, kelembutan dan kecerahan warnanya.

Pada akhir pekan yang lalu tepatnya pada tanggal 11 Januari 2014, Rose Pompon telah resmi dibuka untuk dikunjungi dan tempat pembelian bunga-bunga maupun rangkaian bunga yang telah melalui proses pengawetan khusus. Berbeda dengan teknik pengawetan bunga yang telah banyak di Indonesia, Rose Pompon sebagai sebuah rumah kreatif pengawetan bunga, menghadirkan bunga-bunga yang telah lebih dahulu diawetkan sebelum sampai ke tangan customer. Dengan teknologi khusus, bunga-bunga yang diimport langsung dari Jepang dapat bertahan keindahannya dan tentunya kenangan yang melekat pada bunga-bunga tersebut dapat dinikmati selama mungkin.



Rose Pompon didirikan oleh Mrs. Lince dan Mrs. Miyako asal Jepang, dikarenakan ketertarikan keduanya akan bunga khusus ini. Mereka berdua tertarik karena menurut pengamatan mereka, teknik ini sebenarnya sudah ada lama sejak tahun 1989 di Paris, Perancis dan mulai menjamur di Jepang, namun tak jua singgah ke Indonesia. Di Jepang sendiri, preserved flower sudah umum digunakan untuk berbagai event dan dapat dirangkai menjadi hiasan untuk keperluan apapun.

“Bunga-bunga ini sangat sesuai untuk berbagai kebutuhan wedding. Mulai dari hand bouquet, souvenir, undangan hingga memperindah kotak perhiasan yang dapat menjadi tempat perhiasan atau cincin kawin,” tutur Mrs. Lince pada saat peresmian rumah kreatifnya.”Begitu juga dengan banyak momen-momen romantis lainnya menjadi alasan mengapa para pria begitu senang memberikan bunga yang tak pernah layu ini.”



“Salah satu contohnya adalah handbouquet milik Miyako yang ia gunakan 3 tahun yang lalu ketika ia menikah di Jepang. Bunga ini pun kemudian dibawa ke Bali dan Jakarta, namun bentuknya masih sama seperti pertama kali,” tambahnya sambil menunjukkan sebuah rangkaian hand bouquet yang dikemas dalam sangkar besi berhias sebuah veil.

Selain menyediakan preserved flower untuk berbagai keperluan hadiah untuk pernikahanm ulang tahun, valentine’s day, mother’s day, natal, tahun baru maupun hadiah untuk perusahaan, Rose Pompon juga menyediakan tempat bagi individual atau group yang ingin mempelajari cara merangkainya. Begitu juga calon mempelai perempuan yang ingin membuat handbouquet-nya sendiri untuk hari pernikahannya. Rose Pompon juga dapat mnejadi rujukan bila ingin bertemu dengan kawan atau kerabat sambil menambah ilmu mengenai merangkai bunga khusus ini. Tersedia pula sertifikat dan panduan dari instruktur bersertifikat internasional.

Say it with everlasting flower

Teks & Foto: Fitri Harini | main image: kol. Rose Pompon

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP