PETUALANGAN DIMULAI
Keesokan paginya, kami bertemu dengan seorang Make-up Artis dari Melbourne. Kami dirias sambil menyantap sarapan Subway sandwich yang diberikan oleh Hendrie untuk menghemat waktu. Hasil make-up-nya cantik kata Dony. Karena Dony punya sepupu yang tinggal di sana, yaitu Nadia maka kami banyak mendapatkan bantuan darinya. Nadia membantu kami menyiapkan sebagian properti dan peranan Nadia yang paling penting adalah sebagai tour guide di Melbourne, karena kami buta daerah sana. Setelah selesai make up, kami berganti pakaian dan dimulailah perjalanan melakukan photo shoot di hari itu. Rencana kami semula adalah menuju Carlton Garden, tapi di daerah tersebut ternya sedang ada kegiatan renovasi. Akhirnya kami memilih untuk pindah lokasi ke Botanical Garden. Trem membawa kami ke Botanical Garden. Ini adalah pengalaman pertama naik trem buat Yenni dan ternyata sangat menyenangkan karena transportasi publik di sana bersih dan teratur.
Cuaca pagi itu kurang mendukung karena mendung dan hujan, tapi semangat kami tidak surut. Photo shoot tetap berjalan meskipun sesekali kami harus berteduh. Tamannya ditata dengan bagus dan terawat dengan baik. Pemandangannya menawarkan hijaunya alam dan udaranya pun segar. Properti yang kami gunakan untuk pemotretan di Botanical Garden adalah buah apel warna hijau daun dan merah apel. Warnanya amat kontras tapi justru memberi hasil yang bagus. Setelah selesai dari Botanical Garden kami naik trem menuju ke Parliament.
Setibanya di sana, ternyata juga sedang dalam proses renovasi. Hendrie memberi ide untuk pindah ke gedung sebelahnya yaitu Treasury Building dan Fountain yang ada di taman dekat gedung itu. Pada saat itu ternyata ada rombongan turis asing di sana. Selain difoto oleh Hendrie, turis-turis tersebut juga ikut mengambil foto kami. Kami tersenyum malu tapi juga senang, merasa seperti artis.
Hujan kembali mengguyur Melbourne sehingga kami terpaksa harus berteduh di gedung sekitar sana. Setelah hujan reda, kami melanjutkan perjalanan ke St. Patrick Cathedral. Memang tidak jodoh, ternyata bangunan itu pun sedang direnovasi juga. Bukan kepalang sedih hati kami karena ini adalah pengalaman pertama dan harapan kami begitu besar untuk bisa berfoto di sana. Agar tidak terlalu kecewa akhirnya kami hanya berfoto di luar St. Patrick Cathedral. Meskipun hanya di luar gereja, tapi Hendrie tetap dapat menemukan angle-angle yang bagus untuk diabadikan. Senangnya…

HUJAN, HUJAN, DAN HUJAN
Hari beranjak siang dan perut kami akhirnya memanggil-manggil untuk diisi Nadia membawa kami ke QV Mall dan di sanalah kami menikmati santap siang sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya. Lokasi tempat kami makan dekat dengan State Library dan berdasarkan informasi dari Hendri di sana ada lokasi yang bagus untuk berfoto dan ke sanalah kami menuju. Setelah selesai makan siang kami berencana untuk segera mulai mengambil foto lagi, namuan nyatanya di luar hujan kembali turun. State Library adalah area terbuka sehingga dengan turunnya hujan, kami tidak dapat ke sana. Buyar lagi satu rencana indah kami gara-gara cuaca yang kurang bersahabat. Untuk mengobati kekecewaan hati calon pengantin ini, akhirnya Nadia mengusulkan untuk pindah lokasi ke Melbourne University. Gedung ini sering dipakai oleh orang-rang sebagai latar belakang untuk berfoto. Selain itu, Melbourne University memiliki arsitektur yang unik dan yang penting di saat hujan seperti ini, bangunan unik ini memiliki tempat untuk berteduh. Perjalanan ke Melbourne University memakan waktu sekitar 20 menit dengan naik trem. Setibanya di sana kami tidak bisa segera menuntaskan hasrat untuk berfoto karena ternyata ada pasangan pengantin lain yang juga sedang berfoto. Kami harus sabar karena lokasi tempat kami ingin berfoto harus bergantian dengan pasangan tersebut.

Foto Dok. Cappio Photography