Mengatasi Beda Pendapat Orang Tua dan Calon Pengantin

Ketika tanggal pernikahan sudah ditetapkan, langkah cepat yang harus diambil yakni memilih tempat pernikahan atau venue. Usahakan untuk sesegera mungkin mencari venue yang tepat bagi Anda berdua, sebab umumnya pasangan mempelai sudah memesan tempat sejak setahun sebelum hari-H. Namun terkadang ketika Anda dan pasangan sudah menyukai venue yang dipilih, justru pihak orang tua yang kurang menyetujui. Bukan saja menentukan venue, urusan lainnya seperti katering, warna dekorasi, desain undangan hingga suvenir pun terkadang turut menjadi bahan pertimbangan orang tua. Hal ini wajar, bahkan hampir semua mempelai merasakan hal serupa.

Pada dasarnya setiap orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik kepada anaknya. Dalam urusan pernikahan, kedua orang tua akan memberi masukan bagaimana yang terbaik menurut pandangan mereka. Seperti halnya yang dialami Indah, perselisihannya dengan orang tua dikarenakan orang tuanya yang kekeuh ingin mengadakan pernikahan dengan prosesi pernikahan lengkap. Sedangkan Indah dan pasangan hanya ingin menjalani pernikahan secara nasional tanpa banyak prosesi adat yang dirasanya sangat rumit. Dalam hal ini, dibutuhkan pihak ketiga sebagai penengah, contohnya wedding planner atau wedding organizer. Sebagai konsultan pernikahan, wedding planner dapat memberi masukan yang dapat menengahi perbedaan pendapat tersebut, dan memberi jalan keluar terbaik bagi kedua pihak.

Melinda Odang sebagai pemilik Wedding Organizer House of Marriages (HOME), kerap menangani klien yang memiliki masalah serupa. Dan untuk menyelesaikan masalah perbedaan pendapat seperti ini, Melinda memberi dua opsi yang dapat dipilih agar adil bagi kedua pihak.

  • Tetap menjalani beberapa prosesi adat

Meskipun tidak melakukan seluruh prosesi adat secara lengkap, namun dengan setidaknya menjalani beberapa prosesi, kedua orang tua pasti akan merasa senang. Anda dapat berdiskusi dengan sesepuh yang mengerti prosesi adat, mengenai prosesi apa saja yang paling penting dilakukan. Sebagai contoh dalam prosesi Jawa, sebaiknya tetap melaksanakan prosesi kirab, dhahar klimah dan sungkem tanpa harus melalui deretan prosesi lain seperti balangan gantal, wijikan, tanem jero, tampa kaya dan sebagainya. Percayalah menuruti keinginan kedua orang tua sebelum menikah akan menjadi sikap paling bijak dalam membahagiakan orang tua untuk terakhir kalinya sebelum melepas masa lajang.

  • Menuruti keinginan orang tua maupun keinginan kedua pengantin

Cara seperti ini sepertinya menjadi langkah teradil tanpa harus mengalahkan keinginan orang tua maupun keinginan calon pengantin. Kedua keinginan tersebut tetap dilalui. Setelah akad nikah, kedua mempelai dapat menjalani seluruh ritual adat seperti keinginan orang tua. Kemudian dalam resepsi giliran kedua mempelai yang mewujudkan pernikahan nasional sesuai apa yang diinginkan.

Foto: Mottomo Photography

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP