Berkiblat di negara barat yang kulturnya lebih santai, konsep pre-wedding kasual tampaknya mulai menjamah minat pasangan di Indonesia. Aldo Sinarta, fotografer dan pemilik Aspictura pun mengakui konsep tersebut mulai banyak menarik minat kliennya. Konsep formal dengan pose cantik dan bersahaja yang beberapa tahun lalu populer perlahan mulai ditinggalkan. Menurutnya, konsep kasual yang cenderung lebih modern cocok dengan kehidupan pasangan urban zaman sekarang.

Aldo juga menambahkan perkembangan dunia foto yang berjalan dinamis, sekarang ini menampakkan perubahannya. Tidak lagi mengutamakan hasil foto rapi dan clean, fotografer sekarang ini sudah berani mengeksplor dan melawan pakem baku yang dulu tidak pernah dilanggar. Semisal menampilkan hasil foto yang bocor serta main cahaya shadow yang kuat. Perkembangan tersebut juga tidak luput diaplikasikan pada konsep kasual.
Bagi kamu yang tertarik untuk pre-wedding dengan konsep kasual penting sekali untuk mengetahui beberapa poin di bawah ini agar hasil foto pre-weddingmu sempurna.
1. Foto kasual lebih mengutamakan intimasi dan mood
Peran emosi antara pasangan lebih ditonjolkan pada konsep kasual. Maksudnya, foto yang diambil menuntut banyak interaksi baik dari mata serta gestur tubuh lain yang menunjukkan kemesraan pasangan. Sehingga pasangan yang menjadi objek dituntut mampu berekspresi.

2. Baju yang simpel
Sesuai dengan konsep kasual yang serba santai, busana yang dipakai pun menyesuaikan. Berbeda dari konsep formal yang repot harus menyewa atau membeli gaun lengkap dengan setelannya. Pada konsep kasual cukup kenakan busana sehari-hari, mengikuti konsep dan lokasinya. Apabila ingin yang bersifat homey atau cafe pasangan tinggal menyesuaikan kira-kira busana seperti apa yang biasa dipakai di tempat seperti itu. Lain halnya di ruang terbuka, pasangan dapat bebas memilih menggunakan busana apa saja yang simpel. Contohnya dapat menggunakan blus putih yang flowly yang mendukung kebutuhan foto agar terlihat lebih natural. Aldo pun sangat menyarankan busana seperti itu dengan space tidak terbatas seumpama di alam terbuka.
3. Tema kasual dapat berasal dari personality kamu dan pasanganmu
Konsep kasual dapat diaplikasikan pada tempat indoor maupun outdoor. Untuk mencari tahu konsep seperti apa yang tepat, Aldo biasanya akan mengajak pasangan untuk bertukar pikiran yang akan menghasilkan konsep yang sesuai dengan hobi atau personality pasangan. Agar foto pre-wedding mencerminkan identitas kedua pasangan bukan menjadi diri orang lain.

4. Teknik pengambilan foto yang semakin mutakhir
Menengok beberapa tahun lalu foto pre-wedding selalu tampil rapi dan clean. Namun dunia fotografi yang berevolusi dan berani menantang aturan yang dulu sangat menghindari adanya foto yang bocor atau foto blur, kini justru menjadi mahakarya. Para calon pengantin pun sependapat yang juga menginginkan efek tersebut dalam salah satu koleksi foto pre-weddingnya.
5. Kasual lebih everlasting
Kelebihan lain yang dinilai Aldo dari tema kasual memiliki kekuatan yang tidak mudah dimakan waktu. Dalam jangka panjang hingga puluhan tahun ke depan, pasangan yang melihat kembali foto pre-weddingnya tidak akan bosan. Karena sesuai dengan kepribadian pasangan bukan sesuatu yang palsu, sehingga membuat foto pre-wedding menjadi lebih everlasting.
Foto: Aspictura