1. Disesuaikan dengan dekorasi pesta
Tentunya, keasyikan mendesain wedding cake, jangan sampai membuat Anda lupa memperhitungkan tema dan dekorasi pesta. Extravaganza yang berarti spektakuler tentunya bukan juga berarti asal heboh dan menghilangkan nilai estetika.
Tips:Misalnya, tema pesta adalah balon udara. Mungkin tidak dengan menempeli seluruh permukaan kue dengan balon, tapi bisa bermain dengan motif atau melukis permukaan kue dengan padang rumput tempat dilepaskannya balonudara. Hasilnya pasti akan mengundang decak kagum.
2. Desain motif wedding cake yang kreatif
Selain bisa menambah dengan pita dan bunga juga, desain wedding cake juga bisa dimainkan dari motifnya sendiri, misalnya garis-garis klasik dan polkadot.
Tips:Jangan ragu memadupadankan warna, motif dan aksen dengan gaya “tabrakan”. Misalnya motif wedding cake yang bergaris-garis hitam putih klasik, tambahkan dengan mawar merah segar atau dengan buah anggur merah.

3. Tak perlu ragu menggunakan aksen warna hitam atau gelap
Siapa yang tidak ingin memiliki sebuah wedding cake dengan model yang elegan dan indah? Namun membuat sebuah wedding cake dengan pilihan warna cokelat tua, hitam dan putih, tidak akan mengurangi kemewahan penampilan wedding cake Anda.
Tips:Tambahkan aksen renda dan buah, maka akan menonjolkan keunikan dari wedding cake.
4. Desain wedding cake sebaiknya tidak mengalahkan wedding gown
Biar bagaimanapun wedding gown adalah pusat perhatian dari sebuah pesta pernikahan. Hindari anggapan bahwa dengan gaun yang mewah, maka sebuah wedding cake tidak pantas dibuat dengan sedikit lebih minimalis.
Tips:Sama seperti pasangan yang menempati pelaminan, wedding cake juga akan menempati “singasana”nya sendiri. Maka untuk menghindari “sakit mata’ karena keduanya saling bersaing, buatlah desain wedding cake yang berdiri sendiri dengan keunikannya. Hal itu tentunya akan mengundang perhatian para tamu undangan tanpa menimbulkan distraction.